Memaafkan Bisa Menari Rejeki Berlimpah, Benarkah?

Kali ini, kita akan sama-sama belajar untuk memaafkan. Mengapa memaafkan itu perlu? Salah satunya adalah karena keengganan kita untuk memaafkan, bisa berdampak pada munculnya energi negatif, yang menghambat kesuksesan dan kemudahan jalan hidup kita sendiri.

Bila Anda saat ini masih punya kebencian, dendam, atau rasa tak suka dengan seseorang, karena mereka telah berbuat salah, merendahkan, atau menghina Anda, maka jangan biarkan hal itu berlarut.
Karena bisa jadi, kesialan dan ketidakberuntungan apa pun yang Anda alami hingga kini, bermula dari perasaan benci pada orang-orang tertentu.

Dari dulu, yang namanya memaafkan itu, memang mudah dikatakan, tapi sulit dilakukan. Memberikan maaf tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu jiwa yang besar untuk itu. Mungkin saat ini Anda ingin memaafkan seseorang, tapi hal tersebut sulit untuk Anda lakukan.
Orang yang tak bisa memaafkan hidupnya terasa berat. Bahkan, bisa berakibat hidupnya jadi susah. Karena salah satu faktor terhambatnya doa atau keinginan, adalah tidak bisa memaafkan.

Buruknya lagi, penyakit bisa berdatangan. Menurut penelitian, 80% penyebab penyakit adalah pikiran dan perasaan yang negatif. Sisanya, 20% baru benar-benar murni dari virus ataupun bakteri.
Tentu saja Anda tidak ingin seperti itu, bukan?

Rasa marah, benci, kecewa, dendam, dan perasaan negatif lainnya yang masih bersemayam dalam hati, hanya akan menimbulkan energi negatif. Dan selama energi negatif ini masih saja melekat, maka selama itu pula keinginan Anda akan sulit terwujud.

Maka dari itu, maafkanlah orang yang saat ini masih Anda benci.
Termasuk, memaafkan diri Anda sendiri. Banyak orang tidak sadar, bahwa mereka belum memaafkan dirinya sendiri. Salah satu cirinya, ketika kita belum bisa memaafkan diri sendiri, adalah masih memiliki perasaan menyesal yang terlalu mendalam.

Menyesal atas kesalahan masa lalu, yang masih saja diingat-ingat, sehingga sulit untuk terlepas dari kesalahan tersebut. Untuk itu, maka maafkanlah diri Anda sendiri terlebih dulu. Baru kemudian kita bisa memaafkan orang lain yang telah menyakiti kita.

Dan jika Anda sudah berusaha untuk memaafkan orang lain, tapi masih ada rasa benci dan dendam, maka Anda bisa membalas perlakuan orang tersebut. Namun, membalas di sini bukan secara langsung, bukan secara fisik.

Melainkan membalas secara tak langsung, di level mental. Bukan berarti saya mengarahkan pada keburukan, tetapi inilah caranya agar kita bisa belajar untuk memaafkan.

Cara ini, bisa Anda lakukan kapan saja, dimana saja. Pertama, duduk dan pejamkan mata Anda. Berdoalah sesuai agama dan kepercayaan Anda. Kemudian ingatlah, peristiwa atau perlakuan apa, dari orang tersebut, yang membuat Anda sedih, kesal, kecewa, dan sebagainya. Ingat juga semua peristiwa yang membuat Anda sangat marah kepadanya.

Luapkan semua kekesalan Anda padanya. Anda bisa memaki-makinya, memarahinya, memukulnya dalam imajinasi Anda. Salurkan semua kemarahan Anda. Lakukan yang menurut Anda setimpal dalam imajinasi Anda.

Lakukan terus hingga perasaan yang menyesaki dada dan tubuh Anda ini keluar, mengalir, dan menghilang. Lakukan sampai benar-benar ada perasaan lega. Jangan berhenti sebelum Anda merasa lega.

Setelah dirasa cukup, silahkan buka mata. Apa yang Anda rasakan? Apakah sudah mulai lega? Atau sudah sangat lega? Jika ya, itu bagus. Namun, bila masih ada rasa sesak di dada dan masih menyisakan kemarahan, lakukan lagi hingga benar-benar rasa lega muncul. Jika sudah terasa lega, nantinya Anda bisa mulai memaafkan orang tersebut.

Lalu cara yang kedua, dalam kondisi mata terpejam, hadirkan kembali orang yang Anda benci dalam imajinasi Anda. Jika tak bisa berimajinasi, rasakan saja kehadirannya. Lalu, bilang pada orang tersebut bahwa Anda telah memaafkannya.

Sebagai contoh, Anda bisa mengucapkan begini. Misalnya kita anggap saja, orang yang dimaksud ini bernama Ratna.

“Wahai Ratna, Saya memaafkanmu dengan sepenuh hatiku. Saya sudah tak lagi marah padamu. Setulus hati, saya mengampuni semua kesalahanmu.”

Anda bisa menyampaikannya dengan redaksi kata-kata yang berbeda. Yang jelas, katakan seolah-olah Anda berkomunikasi, dalam imajinasi atau benak Anda untuk memaafkan orang yang Anda benci tersebut.

Rasakan kedamaian dalam hati dan batin Anda. Rasakan sampai benar-benar muncul rasa nyaman dan damai di hati.

Lalu selanjutnya, atau yang ketiga, doakan orang tersebut. Jika kedamaian sudah bersemayam dalam hati Anda, selanjutnya doakan orang tersebut.

Contoh doanya bisa seperti ini, “Ya Tuhan kasihanilah Ratna, berikan kemurahan-Mu kepadanya, berikanlah kebaikan kepadanya.” Lakukanlah dengan sepenuh hati hingga hati Anda hanya diliputi kedamaian.

Lakukanlah berulang-ulang dan silakan buka mata bila Anda telah mendapatkan apa yang Anda inginkan, yaitu menghilangnya rasa sesak di dada. Musnahnya perasaan benci, muncul rasa damai dan begitu tenang di jiwa.

Itulah tata cara memaafkan yang bisa Anda lakukan. Lakukanlah berkali-kali hingga Anda benar-benar bisa benar-benar memaafkan.