Waspada, Begini Ciri Orang Yang Rejekinya Terhambat

Salam rahayu, dengan Dewi Sundari disini.

Apa kabar Anda hari ini? Semoga selalu sehat, dan selalu diberikan kelapangan rezeki yang berlimpah, di manapun Anda berada. Karena itulah yang akan kita bahas kali ini.

Bahasan kita kali ini, kaitannya dengan rejeki. Kita akan membahas seputar apa saja ciri-cirinya, bila seseorang itu, rejekinya terhambat.

Langsung saja, ciri yang pertama, bila seseorang terhambat rejekinya, adalah ia mendapatkan hasil yang tetap sama, atau bahkan berkurang, padahal sudah bekerja sangat keras. Seberapapun keras ia bekerja, hasilnya tetap sama. Kalaupun penghasilannya banyak, pengeluarannya juga ikut menjadi banyak. Ketika penghasilannya sedikit, malah menjadikan banyak hutang. Padahal kerja sudah siang malam, lembur dan ambil banyak pekerjaan, tapi hasilnya tidak pernah mencukupi.

Ciri kedua, adalah selalu mengambil keputusan yang salah. Entah kenapa. Dan dari keputusan-keputusan yang salah inilah, ia kemudian mengalami masalah, keterpurukan, dan tenggelam dalam kesulitan.

Contoh saja, misalnya Anda memutuskan untuk berbisnis makanan, sudah mengeluarkan modal besar, tetapi akhirnya bisnis ini justru merugi dan gulung tikar. Atau misalnya Anda memutuskan untuk menerima sebuah pekerjaan yang berpotensi gaji besar.

Tetapi malah perusahaan tersebut bangkrut, dan Anda pun terkena PHK. Keputusan-keputusan yang salah dan beruntun semacam ini, merupakan salah satu pertanda, bahwa rejeki kita sedang terhambat.

Ciri ketiga, adalah selalu berurusan dengan orang yang salah. Setiap bekerja sama, malah ditipu atau dikhianati. Memiliki teman yang kita percaya, tapi malah ternyata bermuka dua, dan menikam kita dari belakang.

Atau memiliki atasan yang galak, pemaksa, serta tidak punya belas kasihan. Bahkan membeli barang yang nampak bagus pun, ternyata adalah barang tiruan.

Ciri keempat, adalah selalu sial. Baru jalan sedikit dari rumah, sudah terjebak macet. Lepas dari kemacetan, maunya ngebut sedikit supaya tidak telat, malah menabrak. Lalu masuk rumah sakit, tapi di rumah sakit tidak ditangani dengan baik karena rumah sakitnya penuh.

Sudah pindah rumah sakit, ternyata di rumah sakit ini asuransinya tidak bisa dipergunakan. Sehingga harus membayar biaya pengobatan yang sangat besar.
Itulah contohnya ketika orang selalu sial.

Ciri kelima, bila rejeki kita terhambat, adalah selalu ditolak. Melamar kerja, ditolak. Melamar anak gadis orang, ditolak. Mengajukan proposal kerja, ditolak. Mengajukan pinjaman ke bank, ditolak. Cari pinjaman ke kerabat pun, ditolak juga.

Sedangkan ciri keenam, adalah selalu kalah. Ikut kompetisi apapun tidak pernah menang. Termasuk kompetisi masuk kerja. Ikut tes menjadi pegawai magang saja gagal. Apalagi tes CPNS. Bahkan ketika mencoba berbisnis pun, kalah dari pesaing.

Ciri ketujuh, adalah selalu rugi dan kehilangan. Berbisnis apapun, rugi. Kerja dimanapun, kena pemutusan. Punya uang selalu hilang, entah itu ditipu, dicopet, dicuri, atau bahkan dirampok.

Ciri kedelapan, kualitas hidup orang yang rejekinya sedang terhambat, biasanya cenderung menurun. Sering sakit, sering marah-marah, sering kalau, sedih berkepanjangan, dan tidak pernah merasa bahagia.

Ciri kesembilan, adalah sulit mendapatkan kepercayaan orang. Contohnya untuk mendapatkan pembiayaan. Entah itu dari pihak bank atau kerabat sendiri. Menawarkan jasa, tidak ada yang tertarik. Di kantor juga kerap diabaikan dan tidak diberi tanggung jawab apapun.

Lalu ciri yang terakhir, atau yang kesepuluh, adalah hidup selalu dilimpahi kesulitan. Contoh, punya badan tegap tapi ternyata menderita penyakit. Punya istri cantik tapi ternyata tidak setia. Punya anak gagah tapi salah pergaulan. Punya banyak harta, tapi hartanya tidak bisa membeli kebahagiaan. Punya banyak teman, tapi semua temannya hanya mendekat ketika ada kepentingan, dan berniat memanfaatkan.

Kurang lebih itulah ciri-cirinya, bila rejeki kita sedang terhambat. Maka dari itu, bila ciri-ciri ini sekarang sedang Anda alami, maka ada baiknya kita mulai menata kembali hidup kita dari awal. Kita benahi mana yang perlu dibenahi, secara bertahap. Dengan harapan agar rejeki kita kembali dilancarkan.